Tuesday, January 31, 2017

APD di Labolatorium



  • Keselamatan Kerja Dalam Laboratorium Klinik

Bekerja dalam laboratorum klinik memiliki kemungkinan terserang bahan kimia ataupun bahan yang berbentuk infeksius. Kemungkinan itu bisa berlangsung apabila kelalaian dan sebab-sebab lain di luar kekuatan manusi. Jadi satu tanggung jawab bagi manusia untuk pelajari peluang ada bahaya dalam pekerjaan supaya dapat mengatur bahaya dan kurangi kemungkinan sekecil-kecilnya lewat pemahaman tentang beragam segi bahaya dalam lingkungan laboratorium, mengarahkan beberapa pekerja dalam melakukan keselamatan dan kesehatan kerja.


Laboratorium mesti adalah tempat yang aman bagi pekerjanya, terhadap tiap-tiap peluang terjadinya kecelakaan, sakit ataupun masalah kesehatan. Hanya dalam laboratorium yang bebas dari rasa kecemasan akan kecelakaan dan keracunan seorang bisa bekeraja dengan produktif dan efektif. Kondisi yang sehat dalam laboratorium, bisa di ciptakan jika ada tekad dari tiap-tiap pekerja untuk melindungi dan melindungi diri. Dibutuhkan satu kesadaran dan tanggung jawab, kalau kecelakaan bisa menyebabkan pada sendiri dan orang lain dan lingkungannya.
Tanggung jawab moral dalam keselamatan kerja memegang fungsi penting dalam mencegah kecelakaan selain dislipin tiap-tiap individu pada perautran juga memberi andil besar dalam keselamatan kerja.



  • Perlakuan Spesimen

Dalam perlakuan spesimen butuh di perhatikan cara pemeliharaan/menjaga kwalitas kerja (perfomance) pada tiap-tiap skala/langkah dalam keseluruhnya rantai prosesnya. Pengambilan/pengumpulan spesimen, transportasi dan sistem adalah mata rantai yang penting, namun malah beberapa besar berasumsi tak perlu dipantau dengan cara spesial.

Semasing laboratorium memiliki cara kerja yang beragam, oleh karenanya memerlukan kewaspadaan pada spesimen-spesimen kiriman/referensi. Paling pas yaitu apabila laboratorium referensi berikan panduan pada laboratorium perujuk (yang mengacu) tentang cara persiapan, pengambilan, perlakuan dan pengiriman spesimen, jenis spesimen dan diagnosis pasien jika memang perlu, supaya tak berlangsung kekeliruan jika hasil yang didapat tidak cocok dengasn klinis.

Idealnya panduan ini disusun dengan cara systematis per jenis kontrol/parameter yang gampang dipahami oleh petugas di semuanya laboratorium perujuk. Terkecuali panduan berdasar pada parameter, butuh juga ditambahkan panduan umum mengenai sampling berdasar pada jenis spesimennya mengenai bagaimana caranya peroleh dan menanganinya, jika memang perlu di beri label pada diagnosis penyakit yang beresiko seperti memiliki loabel bulatan merah biala terinfeksi HIV/AIDS.


  • Resiko Penggunaan Alat Pelindung Diri Bagi Petugas Laboratorium Kesehatan.


Kecelakaan kerja yaitu peristiwa yg tidak terduga dan tak diinginkan. Umumnya kecelakaan mengakibatkan kerugian material dan penderitaan dari yang paling enteng hingga pada yang paling berat.

Untuk hindari resiko dari kecelakaan dan terinfeksinya petugas laboratorium terutama pada laboratorium kesehatan baiknya dikerjakan aksi mencegah seperti penggunaan alat pelindung diri, jika petugas laboratorium tak memakai alat pengaman, akan makin kemungkinan besar petugas laboratorium terinfeksi bahan beresiko, terutama beragam jenis virus.


  • Alat Pelindung Diri (APD)


Alat Pelindung Diri (APD) adalah perlengkapan pelindung yang dipakai oleh seseorang pekerja membuat perlindungan dianya dari kerancuan lingkungan. APD dalam bhs Inggris di kenal dengan sebutan Personal Protective Equipment (PPE). Dengan lihat kata " personal " pada kata PPE terebut, maka tiap-tiap perlengkapan yang dipakai mesti dapat memperoteksi si penggunanya. Sebagai contoh, proteksi telinga (hearing protection) yang melindungi telinga penggunanya dari transmisi kebisingan, masker dengan filter yang menyerap dan menyaring kerancuan hawa, dan jas laboratorium yang memberi perlindungan penggunanya dari kontaminisasi bahan kimia.



APD bisa sekitar dari yang simpel sampai relatif komplit, seperti pakaian yang tutup semua badan pengguna yang diperlengkapi dengan masker spesial dan alat bantu pernapasan yang dipakai disaat mengatasi tumpahan bahan kimia yang begitu beresiko. APD yang kerap digunakan a. I., proteksi kepala (mis., helm), proteksi mata dan muka (mis., pelindung muka, kacamata pelindung), respirator (mis., masker dengan filter), baju pelindung (mis., pakaian atau jas yang tahan pada bahan kimia), dan proteksi kaki (mis., sepatu safety tahan bahan kimia yang menutupi kaki sampai mata kaki).


  •  Perlindungan Mata dan Muka.

Proteksi mata dan muka adalah kriteria yang mutlak yang perlu dipakai oleh pengguna disaat bekerja dengan bahan kimia. Hal semacam ini disebut membuat perlindungan mata dan muka dari kecelakaan sebagai akibatnya karena tumpahan bahan kimia, uap kimia, dan radiasi. Pada umumnya perlindungan mata terbagi dalam :


  1. Kacamata pelindung
  2. Goggle
  3. Pelindung wajah

Pelindung mata special (goggle yang menyatu dengan masker spesial membuat perlindungan mata dan muka dari radiasi dan bahaya laser). Meskipun sudah banyak jenis, jenis, dan bahan dari perlindungan mata menyebar di market sampai sekarang ini, Anda tetaplah mesti waspada dalam memilihnya, karena mungkin tak pas dan kurang aman melindungi mata dan muka Anda dari kerancuan bahan kimia yang beresiko.


  • Perlindungan Tubuh

Pakaian yang dipakai sepanjang bekerja di laboratorium, yang di kenal dengan sebutan jas laboratorium ini, adalah satu peralatan yang harus dipakai sebelumnya masuk laboratorium. Jas laboratorium yang sering sekali di kenal oleh orang-orang pemakai bahan kimia ini terbuat dari katun dan bahan sintetik. Ada banyak hal yang butuh di perhatikan saat Anda memakai jas laboratorium, kancing jas laboratorium tak bisa dipakai dalam keadaan tak terpasang dan ukuran dari jas laboratorium cocok dengan ukuran tubuh penggunanya.

Jas laboratorium adalah pelindung tubuh Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelumnya tentang kulit penggunanya. Jika jas laboratorium Anda terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia, lepaslah jas itu secepat-cepatnya.

Terkecuali jas laboratorium, perlindungan tubuh yang lain yaitu Apron dan Jumpsuits. Apron kerapkali dipakai untuk memproteksi diri dari cairan yang berbentuk korosif dan menghematasi. Peralatan yang berupa seperti celemek ini umumnya terbuat dari karet atau plastik. Untuk apron yang terbuat dari plastik, butuh digarisbawahi, kalau tak dipakai pada ruang larutan yang gampang terbakar dan beberapa bahan kimia yang bisa terbakar yang dipicu oleh elektrik statis, karena apron jenis ini bisa mengakumulasi loncatan listrik statis.

Jumpsuits atau di kenal dengan sebutan pakaian parasut ini direferensikan untuk digunakan pada keadaan memiliki resiko tinggi (mis., saat mengatasi bahan kimia yang berbentuk karsinogenik dalam jumlah yang begitu banyak). Pakaian parasut ini terbuat bermaterial yang bisa didaur lagi. Bahan dari perlengkapan perlindungan tubuh ini sebaiknya dapat berikan perlindungan pada pekerja laboratorium dari percikan bahan kimia, panas, dingin, uap lembab, dan radiasi.


  • Pelindungan Tangan

Kontak pada kulit tangan adalah persoalan yang begitu penting jika Anda terkena bahan kimia yang korosif dan beracun. Sarung tangan jadi jalan keluar bagi Anda. Bukan sekedar melindungi tangan pada ciri-ciriistik bahaya bahan kimia itu, sarung tangan dapat juga berikan perlindungan dari perlengkapan gelas yang pecan atau rusak, permukaan benda yang kasar atau tajam, dan material yang panas atau dingin.

Bahan kimia bisa dengan cepat mengakibatkan kerusakan sarung tangan yang Anda gunakan jika tak diambil berbahan dengan benar berdasar pada bahan kimia yang diakukan. Diluar itu, persyaratan yang lain yaitu berdasar pada ketebalan dan rata-rata daya tembus atau terobos bahan kimia ke kulit tangan. Sarung tangan mesti dengan cara periodik ditukar berdasar pada frekwensi penggunaan dan permeabilitas bahan kimia yang diakukan. Jenis sarung tangan yang kerap digunakan di laboratorium, salah satunya, terbuat berbahan karet, kulit dan pengisolasi (asbestos) untuk temperatur tinggi.
Jenis karet yang dipakai pada sarung tangan, salah satunya yaitu karet butil atau alam, neoprene, nitril, dan PVC (Polivinil klorida). Semuanya jenis sarung tangan itu diambil berdasar pada bahan kimia yang akan diakukan. Sebagai contoh, sarung tangan yang terbuat dari karet alam baik jika Anda bekerja dengan Ammonium hidroxida, namun tak baik apabila bekerja dengan Dietil eter.


  • Perlindungan Pernapasan

Kerancuan bahan kimia yang seringkali masuk kedalam badan manusia yaitu lewat pernapasan. Sangat banyak partikel-partikel hawa, debu, uap dan gas yang bisa membahayakan pernapasan. Laboratorium adalah satu diantara tempat kerja dengan bahan kimia yang memberi dampak kerancuan itu.

Oleh karenanya, beberapa pekerjanya mesti menggunakan perlindungan pernapasan, atau yang lebih di kenal dengan sebutan masker, yang sesuai sama. Penentuan masker yang sesuai sama didasarkan pada jenis kerancuan, kosentrasi, dan batas paparan. Sebagian jenis perlindungan pernapasan diperlengkapi dengan filter pernapasan yang berperan untuk menyaring hawa yang masuk. Filter masker itu mempunyai saat gunakan. Jika tidak bisa menyaring hawa yang terkontaminasi lagi, maka filter itu mesti ditukar.

Dari info tentang sebagian APD di atas, maka tiap-tiap pemakai bahan kimia sebaiknya tahu pentingnya menggunakan APD yang sesuai sama sebelumnya bekerja dengan bahan kimia. Diluar itu, tiap-tiap APD yang digunakan mesti sesuai sama jenis bahan kimia yang diakukan. Semuanya hal itu pastinya memiliki basic, yakni kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium.
Ungkapan menyampaikan kalau " Tambah baik menghindar dari pada menyembuhkan ". APD adalah jalan keluar mencegah yang paling mendasar dari semua jenis kerancuan dan bahaya akibat bahan kimia. Jadi, tunggulah apa lagi. Manfaatkanlah APD sebelumnya bekerja dengan bahan kimia.


0 comments:

Post a Comment